Event – Kopit Kemant 2013
Mari merapat dan meriahkan Kopit Kemant, 17 Mei 2013, di Villa Green Apple, Yogyakarta.
Jurusan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada berdiri pada September 1964.
Mahasiswa
Mahasiswa Jurusan Antropologi juga sangat bervariasi, berasal dari berbagai daerah, etnik, ras, dan agama. Hampir 50 persen berasal dari daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya tersebar dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain berasal dari dalam negeri, mahasiswa Antropologi juga berasal dari luar negeri. Umumnya yang dari luar negeri, ikut dalam program kerjasama jurusan Antropologi UGM dengan lembaga sejenis di luar negeri.
Selama perkuliahan, mahasiswa akan mendapatkan perkuliahan yang meliputi kuliah wajib universitas, wajib fakultas, wajib jurusan, dan pilihan jurusan. Setelah semester II, mahasiswa mendapatkan mata kuliah keahlian (spesialisasi) seperti Antropologi Terapan, Antropologi Perkotaan, Antropologi Pedesaan, Antropologi Lingkungan, Antropologi Kependudukan, Antropologi Kesehatan, dan sebagainya.
Prospek Belajar
Alumni atau lulusan Antropologi tersebar dalam berbagai profesi, baik sebagai pegawai negeri sipil maupun swasta. Di lingkungan pegawai negeri sipil antara lain bekerja di Depdiknas, Depdagri, Deptrans, Depsos, dan sebagainya. Di sektor swasta, alumnus jurusan Antropologi banyak terserap sebagai wartawan (cetak dan televisi), peneliti di berbagai lembaga, NGO/LSM, staf Community Development di berbagai perusahaan asing, maupun bekerja sendiri.