Kurikulum Program Studi S1

Prodi S1 Antropologi yang secara internal disebut Antropologi Budaya menetapkan kurikulum yang mengedepankan penguatan kapasitas mahasiswa di bidang ilmu Antropologi baik dari aspek pengetahuan dan keterampilan dasar. Pilihan itu diambil karena pada dasarnya sarjana S1 disiapkan untuk memiliki keterampilan praktis agar lebih siap bekerja di berbagai sektor pekerjaan yang tidak hanya membutuhkan pengetahuan Antropologi tetapi juga terapannya. Mereka tetap harus memiliki pengetahuan spesifik tentang Antropologi, tetapi bukan master yang memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan pemikiran ilmu Antropologi, tetapi menjadi cikal bakal master dan doktor Antropologi. Mereka diharapkan bisa menjadi sarjana yang menguasai ilmu Antropologi dan bisa bekerjasama dengan para sarjana dari disiplin lainnya. Oleh karena itu, kuliah S1 memberikan bekal yang beragam tentang berbagai bidang keahlian yang bisa dikembangkan para lulusan baik untuk kepentingan akademis maupun kepentingan praktis.

Guna mendukung pengembangan kreativitas lulusan memasuki bidang pekerjaan di dunia akademis dan praktis, mahasiswa dibekali dengan berbagai kesempatan untuk mengambil mata kuliah terapan dan mata kuliah interdisipliner. Mata kuliah interdisipliner ini bisa diambil didalam prodi maupun di luar prodi. Pihak Departemen dan pihak Fakultas akan memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan akses, guna mengambil mata kuliah ini di tingkat Fakultas dan di luar Fakultas dan bahkan di luar Universitas melalui skema credit earning.

DepartemenAntropologi menetapkan bahwa mahasiswa dinyatakan lulus dari prodi bila telah lulus kuliah sebanyak minimum 144 SKS dan maksimum 150 SKS. Adapun muatan mata kuliah terdiri atas mata kuliah Wajib Universitas (WU), Wajib Fakultas (WF), dan Wajib Departemen/Prodi S1, Wajib/Pilihan Prodi (W/P), dan Pilihan yang tergolong sebagai mata kuliah interdisipliner. Maksud W/P adalah dari sejumlah mata kuliah yang ditawarkan mahasiswa hanya wajib mengambil sebagian saja, dan sisanya boleh diambil sebagai pilihan atau tidak sama sekali.

Untuk lulus S1, mahasiswa wajib mengambil semua mata kuliah wajib universitas, wajib fakultas, dan wajib tingkat prodi sebanyak minimum 73 SKS (atau 51 persen dari total mata kuliah yang diambil mahasiswa). Dengan demikian mahasiswa masih mempunyai kesempatan untuk mengembangkan diri, tetapi tetap pengetahuan dan keterampilan Antropologinya tetap dominan dan bisa mewarnai karirnya kelak.

Mata kuliah yang disajikan Departemen/Prodi yang merupakan wajib prodi meliputi wajib dasar sebagai persyaratan awal untuk mengenal ilmu Antropologi, dan wajib yang lain. Wajib dasar itu ada jumlahnya sebanyak 17 SKS (lihat tabel 3), sedangkan mata kuliah wajib tambahan meliputi mata kuliah etnografi wilayah sebanyak 12 SKS (lihat tabel 4), kajian tematik unsur budaya 12 SKS (lihat tabel 5), dan mata kuliah yang berada dalam klaster Antropologi terapan 12 SKS (lihat tabel 6). Adapun mata kuliah pilihan murni yang tergabung dalam kategori, interdisipliner, dan mata kuliah dari luar fakultas dan universitas (lihat tabel 7).

Kurikulum S1 Antropologi mengakomodasi penguatan skill kegiatan perkuliahan, sehingga disediakan mata kuliah yang tergabung dalam klaster Antropologi terapan, dan mata kuliah khusus yang memperkuat skill seperti praktik profesi Antropologi.

Komposisi Mata Kuliah Program Studi S1 Antropologi

Komposisi Mata Kuliah Program Studi S1 Antropologi