• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat IT
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Surel
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • Profil
    • Sekilas Pandang
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • Program Studi
    • Sarjana Antropologi Budaya (S1)
      • Pendaftaran
      • Kurikulum
      • Ujian Skripsi dan Yudisium
    • Magister Antropologi (S2)
      • Pendaftaran
      • Kurikulum
      • Ujian Tesis dan Yudisium
    • Doktor Antropologi (S3)
      • Pendaftaran
      • Kurikulum
      • Tahapan Perkuliahan
    • Pendukung Pembelajaran
      • Titen
  • Riset Publikasi & Kepustakaan
    • Kerja Sama
      • Internasional
      • Nasional
    • Penelitian & Publikasi
      • Ringkasan Kebijakan
      • Plantation Life
    • Pelatihan & Pengabdian Masyarakat
    • Lembaran Antropologi
    • Laboratorium Antropologi
    • Perpustakaan Antropologi
    • Newsletter
  • Kemahasiswaan
    • International Student
      • International Student Application
      • Global Mobility Erasmus +
      • Credit Conversion Guide
    • Tim Penelitian Lapangan
    • Keluarga Mahasiswa Antropologi
    • Ruang Kerja Mahasiswa
    • Alumni
    • Lowongan Karir
  • Akreditasi
    • Appendix ACQUIN
    • Akreditasi Nasional
  • Kontak
  • Home
  • Cerita Kerja Lapangan

Meneliti Kehidupan Urban, Menemukan ‘Sisi Lain’ Kota Jakarta & Tangerang

  • Cerita Kerja Lapangan
  • 25 Juni 2018, 10.00
  • Oleh : m.alifaiq

Kota Tangerang masih menguarkan sengat panas sore itu. Sembari berjalan ditemani hawa nan gersang, berdebu, dan panas, saya mengamati jam pulang kerja buruh yang super padat. Suasana ramai ditambah dengan kemacetan parah— menciptakan desah suara yang riuh rendah. Klakson, mobil, dan motor saling besahutan, langkah tergesa buruh menambah padat suasana. Sambil berjalan— menyeruput es teh dan menyeka keringat— nampak para pekerja berseragam biru khas pabrik sepatu setempat berkalan kaki, berjejalan. Berdesak-desakkan mereka berjalan maju, mengarung kemacetan jalan, bergelut dengan kendaraan yang saling klakson dan menyalip sadis. Di tengah kemacetan sedemikian rupa, para buruh masih melenggang— wajah mereka nampak lelah namun lega seolah sudah terlampau rindu dengan rumah mereka di kampung buruh yang tidak jauh dari tempat mereka bekerja.

Diatas merupakan sedikit cuplikan soal pengalaman riset saya di Kota Tangerang. Mungkin agak cukup berbeda ketika membayangkan penelitian antropologi di wilayah urban— sementara riset-riset antropologi budaya lebih sering dilakukan di desa, masyarakat adat, atau daerah terpencil. Kehidupan urban yang serba cepat dan padat, bagi saya menarik untuk dikulik lebih dalam. Salah satunya ketika membahas tentang kota industri dan isu perburuhan.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dengan total penduduk kurang lebih 240 juta orang, setidaknya mempekerjakan 113 juta tenaga kerja di berbagai sektor seperti pertanian, perdagangan, dan industri. Sektor manufaktur menduduki peringkat ketiga (13,8%) jumlah kerja terbanyak setelah sektor pertanian dan perdagangan.

Fenomena perburuhan dalam sistem pasok global, sejatinya merupakan hal penting untuk diangkat dan dikritisi. Isu dalam wacana perburuhan seperti pemenuhan hak upah layak, PHK, kebebasan berserikat, dan berbagai tetek bengek permasalahan seringkali hanya dikupas dalam segi struktural saja. Sementara kultur buruh dengan cakupan nan dinamis masih jarang dibahas, dan nampaknya bisa menjadi celah bagi antropolog untuk mulai masuk dalam ranah kajian perburuhan. Pun mengutip pernyataan Nico Warouw, Ph.D. beberapa tahun lalu[1], bahwasannya “penelitian tentang keberadaan buruh di tengah masyarakat dan komunitas masih sangat jarang dilakukan”.

Soal-soal kultural dalam kehidupan sehari-hari buruh menjadi hal penting untuk dikaji dalam disiplin antropologi. Memulai lewat riset tandem, saya meneliti mengenai kekerasan berbasis gender dalam relasi perburuhan. Tentang isu gender yang masih terpinggirkan dalam wacana perburuhan di Indonesia. Selama ini, saya sedikit banyak melihat bahwa isu perburuhan seringkali terpaku pada permasalahan pemenuhan hak dasar (normatif) kaitannya dengan hubungan vertikal pengusaha-buruh— ketimbang mengangkat lebih dalam isu buruh dalam ranah kultural, misal soal kekerasan berbasis gender yang saya angkat kaitannya dengan hegemoni maskulinitas dalam masyarakat.

Menemukan berbagai permasalahan buruh di ranah kultural, membuat saya semakin tertarik untuk menggali dan mengkaji soal perburuhan secara lebih dalam. Budaya konsumtif, kultur serikat, kekerasan, bahkan tentang diaspora mereka (karena hampir seluruh buruh di Jakarta dan Tangerang merantau dari jawa)— dan kompleksitas isu buruh memiliki implikasi signifikan bagi kehidupan masyarakat dan diperlukan khususnya untuk memahami konteks perburuhan di Indonesia.

Mengulik kehidupan urban sebagai arena kontestasi masyarakat melalui riset di wilayah buruh— rupanya mampu menjadi refleksi bagi saya. Seolah melihat ‘sisi-lain’ kota yang sering digembar gemborkan soal metropolis-nya, kemacetan, hingar-bingar, dan perannya sebagai ‘pusat’, ternyata menyimpan problematika yang tak bisa dilihat melalui sekelebat pandang saja. Kota sebagai arena kontestasi, menjadi lebih problematis ketika didekatkan dengan narasi soal multikompleksitas relasi rural-urban di tengah masyarakat “modern” seperti saat ini.

[1] Disampaikan dalam Seminar Kajian Perburuhan Indonesia : Survei Literatur dan Agenda Penelitian di Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM 13/05/2015. http://ugm.ac.id/id/berita/10003-penelitian.tentang.buruh.di.indonesia.masih.minim diakses pada 10/6/2018

Oleh: Eliesta Handitya

Tags: Antropologi Perkotaan studi buruh studi industri

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Related Posts

Pengumuman Seleksi Tridem Freiburg-Koln 2026

Beasiswa PenelitianBerita Jumat, 10 April 2026

Bersama ini kami sampaikan hasil kerja Dewan Penilai terhadap 7 (tujuh) peserta seleksi Tridem Freiburg 2026 yang telah melalui rangkaian seleksi berupa proposal dan wawancara.
Berdasarkan evaluasi yang seksama, sistematis, dan netral, Dewan Penilai memberikan nilai tertinggi kepada:

  • Ayesha Nuriya Hanan
  • Bernadien Pramudita Tantya Kirana
  • Athagiina Imela Sharira Hanung
  • Raden Ahmad Imam Surya 

Keempat mahasiswa akan segera dihubungi oleh Kesekretariatan Departemen Antropologi terkait informasi lebih lanjut.
Kepada kawan-kawan lain yang sudah mengikuti seleksi, disampaikan terima kasih banyak atas antusiasmenya.

Pengumuman Dosen Pembimbing Hasil Seminar Proposal S1 Antropologi Budaya Semester Genap 2025/2026

AkademikBerita Jumat, 10 April 2026

Diberitahukan kepada mahasiswa S1 Antropologi Budaya yang sudah mengikuti Seminar Proposal Skripsi pada 6 April 2026, berikut kami informasikan tentang pembagian daftar mahasiswa bimbingan beserta dengan dosen pembimbing skripsi:

Hasil Seminar Proposal Skripsi Genap 2025

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Setelah seminar proposal, mahasiswa diharapkan untuk segera melakukan revisi proposal sebelum melakukan pembimbingan awal dengan dosen pembimbing yang sudah ditentukan.

Teknis Pelaksanaan Sempro S2 Antropologi Semester Genap 2025/2026

AkademikBerita Kamis, 9 April 2026

Diberitahukan kepada mahasiswa S2 Antropologi yang telah mengirimkan berkas dan proposal untuk mengikuti seminar proposal semester genap tahun ajaran 2025/2026. Adapun informasi terkait waktu, tempat pelaksanaan sempro adalah sebagai berikut:

Kamis, 16 April 2026

  • Kluster Empowerment (Ruang Baca Departemen/511)mulai pukul 08.30-10.00 WIB
  • Kluster Adat (Ruang Baca Departemen/511) mulai pukul 10.00-11.00 WIB
  • Kluster Materialities: Economy, Infrastucture and Arts  mulai pukul (Ruang Baca Departemen/511) 11.00-12.00 WIB
  • Kluster Ecology (Ruang Baca Departemen/511) mulai pukul 13.00-14.30 WIB
  • Kluster Education and Religiosity (Ruang Baca Departemen/511) mulai pukul 14.30-15.30 WIB
  • Kluster Caring: Body, Foodways, Mental (Ruang Baca Departemen/511) mulai pukul 15.30-16.30 WIB

Pembagian kluster bisa dilihat melalui tautan berikut: http://ugm.id/PembagianKlusterSemproS2Genap2025

Mahasiswa dimohon untuk mengupload PPT materi Seminar pada link berikut:
http://ugm.id/PengumpulanMateriSemproS2Genap2025

.

Teknis Pelaksanaan Sempro S1 Antropologi Budaya UGM Semester Genap 2025/2026

AkademikBerita Senin, 30 Maret 2026

Diberitahukan kepada mahasiswa S1 Antropologi Budaya yang telah mengirimkan berkas dan proposal untuk mengikuti seminar proposal semester genap tahun ajaran 2025/2026. Adapun informasi terkait waktu, tempat pelaksanaan sempro adalah sebagai berikut:

Senin, 6 April 2026

  • Kluster Media dan Diri Ruang Soegondo 511/Ruang Baca Departemen Antropologi; Pukul 08.00 – 09.30 WIB
  • Kluster Kaum Muda dengan Komunitas Ruang Soegondo 514/Ruang Lembaran Antropologi; Pukul 08.30 – 10.00 WIB
  • Kluster Perawatan dan Ruang Aman Ruang Soegondo 511/Ruang Baca Departemen Antropologi; Pukul 10.00 – 11.30 WIB
  • Kluster Perspektif Ruang Hidup Ruang Soegondo 511/Ruang Baca Departemen Antropologi; Pukul 13.00 – 14.30 WIB
  • Kluster Transformasi Ruang dan Struktur Ruang Soegondo 523; Pukul 15.00 – 16.30 WIB
  • Kluster Ekonomi dan Nilai Komoditas Ruang Soegondo 511/Ruang Baca Departemen Antropologi; Pukul 15.00 – 16.30 WIB

Pembagian kluster bisa dilihat melalui tautan berikut: http://ugm.id/KlusterisasiSemproS1Genap2025

Mahasiswa dimohon untuk mengupload PPT materi Seminar pada link berikut:
http://ugm.id/UnggahMateriSemproGenap2026

.

Rilis Berita

  • Pengumuman Seleksi Tridem Freiburg-Koln 2026
    10 April 2026
  • Pengumuman Dosen Pembimbing Hasil Seminar Proposal S1 Antropologi Budaya Semester Genap 2025/2026
    10 April 2026
  • Teknis Pelaksanaan Sempro S2 Antropologi Semester Genap 2025/2026
    9 April 2026
  • Teknis Pelaksanaan Sempro S1 Antropologi Budaya UGM Semester Genap 2025/2026
    30 Maret 2026
  • Visiting Lecture: Ageing and Digital Welfare on the German-Polish Border
    13 Maret 2026
Universitas Gadjah Mada

Departemen Antropologi

Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Gadjah Mada

Gd. R. Soegondo lt. 5, Jl. Sosiohumaniora 1,
Bulaksumur, Yogyakarta, 55281, Indonesia

Laman Terkait

  • Universitas Gadjah Mada
  • Ujian Masuk UGM
  • Fakultas Ilmu Budaya UGM
  • Kantor Urusan Internasional UGM
  • Perpustakaan UGM
  • SIMASTER UGM
  • Peta Situs

© 2024 Departemen Antropologi FIB UGM